Kolom Pencarian Menu Utama

Sobat Oto, ada banyak cara seru untuk meningkatkan performa pengereman di motor kita. Salah satu trik kerennya adalah dengan mengganti cakram rem biasa dengan yang jenis floating.

Part ini benar-benar berbeda dengan cakram konvensional pada umumnya. Sekarang kita akan bahas bareng-bareng di artikel ini, ya!

Jadi, kalau kita lihat dari istilah “Floating”, ini bukan berarti cakramnya bak perahu yang mengapung di air, lho. Cakram jenis ini punya jalur pengereman yang tetap kaku seperti cakram konvensional, tapi sedikit fleksibel ke kiri atau kanan gitu.

Nah, ketika kita injak pedal rem, cakram floating ini yang flexible bakal mengeluarkan suara unik, karena ada ruang kecil antara bagian yang terkunci di teromol dan bagian floating sebagai jalur remnya.

Komponen Floating Disc Brake

Yuk, kita intip komponen-komponen seru dari cakram floating ini:

Komponen Floating Disc Brake
  1. Rotor Carrier Bagian tengah cakram floating yang keren banget, Sobat Oto bisa lihat warnanya kuning. Bahan rotor carrier ini bisa bermacam-macam, tapi biasanya terbuat dari besi baja.
  2. Brake Rotor Bagian yang bergesekan langsung dengan kampas rem, nih.
  3. Float Button Penghubung antara rotor carrier dan brake rotor yang bentuknya kayak cincin, ini yang bikin brake rotor jadi fleksibel.

Cara Kerja Floating Disc Brake

Jadi, Sobat Oto, komponen Float Button ini punya peran penting dalam cakram floating. Dia memungkinkan rotor bisa sedikit bergerak ke samping, simpelnya gitu.

Gerakan yang kecil ini (kurang dari 0,03 mm) udah cukup buat ngehindarin getaran pada sistem pengereman. Kita tahu kaliper rem udah terpasang dengan kukuh, jadi meski setting roda nggak 100% lurus, getaran di sistem pengereman masih bisa diakomodir dengan gerakan rotor.

Getaran ini bakal diserap sama float button, jadi nggak akan terus ke suspensi dan stang.

Kelebihan Floating Disc Brake

Apa sih kelebihan cakram floating ini? Nah, dengan diameter yang lebih besar, pengereman jadi lebih mantap, Sobat Oto. Ukuran besar juga bisa bantu buat lepas panas akibat kanvas rem yang gesek sama permukaan cakram.

Dengan pelepasan panas yang baik, kita bisa hindarin rem macet. Dan, cakram floating ini juga bisa jaga agar cakram nggak melengkung karena panas.

Tapi, perlu diingat, cakram floating kurang cocok kalau dipasang dengan kaliper standar, khususnya di motor bebek atau sport cc kecil. Kaliper model piston satu arah yang mendorong ke arah ban itu biasanya dipakai di motor jenis itu.

Nah, kece badai kalau cakram floating dipaduin sama kaliper jenis radial. Kaliper radial ini punya piston yang mendorong ke arah yang berlawanan. Bisa piston ganda, 4 atau 6 piston. Biasanya dipakai di motor ber cc gede, nih.

Sayangnya, banyak biker di Indonesia masih setia sama cakram floating dengan kaliper standar pabrikan. Jelas dong, ini berisiko bikin fungsi floating jadi nggak maksimal. Malah, kalau terlalu banyak fleksibilitas, rem bisa jadi kurang pakem, Sobat Oto.

Perbedaan Floating Disc Brake dengan Cakram Biasa

Eh, jadi apa bedanya dengan cakram biasa, ya? Kalau yang biasa, komponen cakramnya satu kesatuan atau satu castingan besi, nggak kayak cakram floating yang punya beberapa komponen.

Jadi, Sobat Oto, udah paham bedanya, kan? Cakram tipe ini lebih sering digunakan di motor ber cc kecil, kurang dari atau sama dengan 250cc-an.

Soalnya, cakram non floating ini dianggap udah maksimal buat pengereman motor kecil. Seru banget, kan? Semoga bermanfaat, Sobat Oto!

Hai, jangan lupa bagikan tulisan

Kekurangan dan Kelebihan Floating Disc Brake

di sosial media kesayangan Anda...
Facebook Twitter Google+

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *