Kolom Pencarian Menu Utama
oli-diesel-untuk-motor

Dalam kalangan pengguna motor, terdapat pandangan bahwa penggunaan oli diesel pada mesin kendaraan dapat meningkatkan performa. Namun, apakah oli mesin diesel benar-benar cocok untuk motor? Apakah motor matic dapat menggunakan oli diesel? adakah efek sampinya ?.

Pertanyaan ini menciptakan kontroversi karena mesin motor dan mesin diesel memiliki karakteristik yang berbeda.

Angka TBN Tinggi

Salah satu perbedaan mendasar terletak pada Total Base Number (TBN). TBN mengukur kemampuan basa oli untuk menetralisir asam yang muncul akibat oksidasi.

Oksidasi ini terjadi karena kontaminasi bahan bakar minyak di ruang bahan bakar, yang kemudian masuk ke dalam oli melalui ring piston, dipengaruhi oleh suhu mesin yang tinggi.

Angka TBN yang tinggi menjadi keunggulan oli diesel karena aditif detergent dan dispersantnya mampu membersihkan dan menetralisir asam sisa pembakaran.

Mengandung Sulfur Tinggi

Khususnya pada mesin diesel, asam ini berasal dari pembakaran solar yang mengandung sulfur tinggi, mencapai 3.500 ppm. Tingginya TBN pada oli diesel membuatnya lebih tahan lama, dan pergantian oli dapat dilakukan dengan interval yang lebih panjang.

Produk oli seperti Meditran dan Fastron terkenal karena TBN yang tinggi, mampu melindungi oli dari kerusakan akibat asam. Oli diesel dengan TBN 10-12, sedangkan oli bensin hanya sekitar 6-8.

Usia Pakai Lama

Pengguna motor yang mencoba oli diesel melaporkan bahwa periode pergantian oli dapat diperpanjang hingga 6.000 km, dibandingkan dengan oli biasa yang TBN-nya tidak sekuat oli diesel. Dengan penggunaan oli diesel yang lebih lama, biaya pergantian oli dapat ditekan.

Anti Oksidan Tinggi

Oli diesel juga memiliki antioksidan tinggi, membantu mencegah oksidasi akibat panas mesin. Karena itu, oli diesel lebih tahan lama dan mampu menjaga viskositas mesin, terutama saat mesin digunakan pada suhu tinggi atau membawa beban berat.

Meskipun ada pendapat yang mendukung penggunaan oli diesel untuk motor, ada juga pro dan kontra terkait hal ini. Yamaha menyatakan bahwa penggunaan oli diesel bukan masalah, asalkan pemilihan oli dilakukan dengan cermat, mengutamakan kekentalan yang sesuai dan menghindari oli yang mengandung teflon berlebihan.

Di sisi lain, Honda tidak menyarankan penggunaan oli diesel untuk motor Honda karena perbedaan desain dan konstruksi mesin motor dan diesel.

Cukup membingungkan jika dua pabrikan motor sekelas Yamaha dan Honda mempunyai perbedaan pendapat. Tetapi untuk sementara ini di grup-grup motor banyak yang memberikan testimoni positif mengenai penggunaan Oli diesel pada sepeda motor.

Hai, jangan lupa bagikan tulisan

Apakah oli mesin diesel bisa buat motor? Kelebihan dan Kekurangan ?

di sosial media kesayangan Anda...
Facebook Twitter Google+

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *