Kolom Pencarian Menu Utama

Menentukan harga jual sepeda motor bekas merupakan tugas yang tidak selalu mudah. Terutama bagi penjual pemula, hal ini sering menjadi tantangan yang sulit diatasi.

Pembeli dapat dengan cepat menolak penawaran jika harga terlalu tinggi, bahkan jika itu tidak sebanding dengan kondisi sepeda motor. Namun, pada intinya, ada dua aspek utama yang perlu diperhatikan agar harga dapat menarik pembeli tanpa mengakibatkan kerugian finansial yang besar.

Bagi penjual yang sudah berpengalaman dalam bisnis jual beli kendaraan bermotor, pemahaman mengenai harga yang tepat telah menjadi hal yang melekat. Pertimbangan utama melibatkan tahun pembuatan, kondisi fisik, dan kesehatan mesin sepeda motor.

Depresiasi Awal

Bagi mereka yang baru memasuki dunia penjualan sepeda motor bekas, ada beberapa tips yang dapat diikuti agar tidak terjebak dengan penawaran rendah dan dapat menetapkan harga yang sesuai. Salah satu pertimbangan penting adalah depresiasi awal.

Sebagai ilustrasi, seorang penjual berpengalaman, Abdullah, memberikan pedoman bahwa harga sepeda motor pada tahun pertama dapat mengalami penurunan antara 10-15 persen, dengan penurunan tambahan pada tahun-tahun berikutnya.

Kondisi Fisik dan Mesin

Sebagai tambahan, kondisi fisik dan mesin juga menjadi faktor kunci dalam menetapkan harga yang wajar. Semakin baik kondisi sepeda motor, semakin tinggi harga yang dapat diminta penjual. Sebaliknya, kondisi yang kurang baik dapat mengakibatkan tawaran yang lebih rendah dari pembeli.

Berdasarkan merk motor

Terakhir, jenis atau model sepeda motor juga memengaruhi penentuan harga. Untuk sepeda motor yang diminati di pasaran, depresiasi dapat dihitung menggunakan patokan yang telah disebutkan sebelumnya. Namun, untuk model yang kurang diminati, menentukan harga dapat menjadi tantangan tersendiri.

Bagaimana untuk merk yang kurang laku ?

Dalam kasus model dan merek yang sulit laku, penurunan harga dapat lebih signifikan. Sebagai contoh, sepeda motor Suzuki rata-rata mengalami penurunan lebih dari 30 persen hanya pada tahun pertama. Begitu pula dengan model-model CBU seperti Honda PCX, di mana depresiasi pada tahun pertama dapat melebihi 15 persen, tergantung pada seberapa diminati model tersebut.

Melihat referensi harga dari situs jual beli online kendaraan bekas

Selain faktor-faktor tersebut, harga pasaran sepeda motor bekas juga dipengaruhi oleh persaingan di situs jual beli online yang sering kali menawarkan harga yang sangat kompetitif. Fenomena ini dapat menyebabkan penurunan harga pasaran secara keseluruhan.

Sebagai contoh, konsumen dapat melihat harga suatu merek di situs jual beli online dan membandingkannya dengan harga yang berlaku di dunia nyata, yang kemudian menghasilkan penawaran yang terlalu rendah.

Tapi harga dari situs seperti ini jangan dijadikan patokan sepenuhnya, karena bisa saja menjatuhkan harga motor yang akan anda jual.

Kesimpulan

Dengan mempertimbangkan dengan cermat faktor-faktor seperti depresiasi, kondisi fisik dan mesin, serta popularitas model, penjual dapat menghindari penawaran yang tidak menguntungkan dan menetapkan harga yang menarik bagi pembeli potensial.

Hai, jangan lupa bagikan tulisan

5 Tips Cara Menentukan Harga Jual Motor Bekas

di sosial media kesayangan Anda...
Facebook Twitter Google+

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *